Laman

Selasa, 22 Januari 2013

Perkembangan Komunisme Uni Soviet Di Bawah Pemerintahan Lenin

Sumber Gambar: guardian.co.uk
Uni Soviet menganut sistem politik satu partai yang didominasi oleh Partai Komunis hingga 1990.[1] Walaupun Uni Soviet sebenarnya adalah suatu kesatuan politik dari beberapa Republik Soviet dengan ibu kota di Moskwo, nyatanya Uni Soviet menjelma menjadi negara yang pemerintahannya sangat terpusat dan menerapkan sistem ekonomi komando.
Revolusi Bolshevik atau dikenal juga dengan Revolusi Oktober tahun 1917 adalah revolusi yang dilakukan oleh pihak komunis Uni Soviet, di bawah pimpinan Lenin[2]. Revolusi Bolshevik merupaka pintu gerbang awal kekuasaan  komunisme di Uni Soviet pada masa  itu. Di mana kelompok Bolshevik meresmikan berdirinya Republik Soviet Rusia yang telah dan mengubah namanya menjadi Republik Soviet Sosialis Federasi Rusia (RSSFR).
Revolusi Bolshevik sendiri muncul berdasarkan pada ajaran Marxisme yang sedang gencar dilakukan. Di mana isu anti Tsarisme, anti feodalisme, dan berbudakan menjadi salah satu tema dari ajaran Marxisme. Berbagai aksi demonstrasi menentang perubahan sistem tsarisme menggelora. Ajaran Karl Marx berperan dalam revolusi yang terjadi, karena ajarannya sesuai denga kondisi pada masyarakat Uni Soviet[3].
Kekalahan tentara Uni Soviet pada Perang Dunia II membawa Uni Soviet ke dalam masa suram. Setelah tahun 1918, masyarakat Uni Soviet kekurangan makanan dan konflik tanah merupakan hal yang sukar diatasi. Pemerintahan dinilai terlalu lemah oleh kaum Bolsheviks. Pemerintahan pada waktu berada dalam kekuasaan kaum Mensheviks, kelompok lain dalam gerakan sosialis Uni Soviet. Sementara itu, kaum Bolsheviks merupakan pecahan dari Partai Demokratik Sosialis Uni Soviet, yang didirikan oleh Vladimir I Lenin yang ditunjuk sebagai pemimpin partai pada tahun 1898[4]. Revolusi Bolshevik merujuk kepada satu revolusi yang bermula dengan pemberontakan bersenjata di Petrograd, ibukota Uni Soviet pada saat itu. Revolusi ini dipimpin oleh golongan Bolshevik, yang menggunakan pengaruh mereka di Soviet Petrograd untuk mengumpulkan pasukan bersenjata.[5]
Maka dari penjelasan singkat di atas adapun kami mengangkat judul “Perkembangan Komunisme Uni Soviet di Bawah Pemerintahan Lenin” untuk lebih memahami lebih lanjut terhadap bentuk awal mula perkembanganpaham komunismemenjadi  salah satu paham yang sangat berpengaruh pada masa itu  bahkan saat ini  dan bagaimana Lenin sebagai tokoh sentral dapat mengembangkannya melalui kebijakan-kebijakan yang dijalankannya.
A.   Biografi Singkat Lenin
Vladimir Lenin atau Vladimir Ilyich Lenin merupakan nama samaran dari Vladimir Ilyich Ulyanov, yang lahir di Simbirsk, 22 April 1870 dan wafat di Gorki, 21 Januari 1924. Ia dikenal sebagai revolusioner komunis Rusia, Pemimpin Partai Bolshevik, pendiri Uni Soviet, Perdana Menteri Uni Soviet pertama, Kepala Negara Uni Soviet pertama secara de facto, dan penggagas Leninisme.[6]
Perkenalan pertama Lenin dengan  karya-karya Karl Marx  dan  Friedrich  Engels yang bersifat sosialis dimulai ketika Lenin bekerja sebagai seorang pengacara di Saint Petersburg. Tetapi karena karya tentang Marxisme dilarang di Rusia, Lenin pun ditangkap dan dipenjara selama setahun. Lalu ia dibuang ke Siberia.
Pada bulan Februari 1917, berhubung dengan kekalahan besar Rusia di Perang Dunia I, maka Tsar Nikolas II dipaksa untuk turun takhta. Lalu dibentuk sebuah kabinet yang dipimpin oleh Alexander Kerensky. Tanggal 16 April 1917, Lenin kembali ke Petrograd, nama kota Saint Petersburg yang telah di'Rusia'-kan.
Kemudian Lenin pada bulan Juli mencoba mengadakan pemberontakan kaum buruh. Tetapi pemberontakan ini gagal, lalu Lenin melarikan diri ke Finlandia. Pada bulan Oktober 1917 ia kembali lagi dan berusaha mengadakan Revolusi Oktober. Pada saat ini ia berhasil, maka pada tanggal 7 November 1917menurut tarikh Kalender Gregorian atau tanggal 25 Oktober menurut tarikh Kalender Julian, revolusinya berhasil dan Kerensky terpaksa melarikan diri.

B.   Kebijakan-kebijakan Pemerintahan Lenin
Lenin adalah seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab terhadap berdirinya komunisme di Rusia. Sebagai seorang penganut ideology Karl Marx yang gigih dan setia, Lenin meletakan dasar politik yang hanya bisa dibayangkan oleh Karl Marx seorang. Sulit kiranya Marx untuk mewujudkan ideologi yang telah diciptakannya dalam realitas kehidupan bernegara. Namun tidak demikian bagi Lenin. Dalam waktu yang sangat cepat,
Lenin mampu menyebarkan komunisme keseluruh penjuru dunia. Beberapa gagasan Lenin ialah: pertama, melihat pentingnya peranan kaum petani dalam menyelenggarakan revolusi (Marx hanya melihat peranan kaum buruh). Kedua, melihat peranan suatu partai politik yang militant yang terdiri atas professional revolutionaries untuk memimpin kaum protelar (Marx berpendapat bahwa kaum protelar akan bangkit sendiri) dan merumuskan cara–cara merebut kekuasaan. Ketiga, melihat imperialism sebagai gejala yang memperpanjang hidup kapitalisme (Marx berpendapat bahwa kapitalisme pada puncak perkembangannya akan menemui ajalnya dan diganti oleh komunisme).
Awal mula kekuasaaan pemerintahan komunisme Lenin dihadapkan oleh kondisi yang sangat memprihatinkan yang dialami masyarakat Rusia pada masa itu, di mana pada akhir perang saudara tahun 1921, Rusia menghadapi kehancuran ekonomi yang parah. Percetakan pemerintah membuat nilai rubel menjadi nol. Agar negara berfungsi pada tingkat kehidupan yang paling sederhana, diambil langkah–langkah keras baru yang tidak sejalan dengan janji muluk kaum Bolshevik kepada kaum buruh dan kaum petani sebelum revousi 1917 dilaksanakan.
Petani yang tidak mau menjual hasil buminya karena rendahnya nilai uang, harus menyerahkan gandumnya. Kerja wajib diberlakukan dan pemogokan dilarang. Lenin cukup realistis dan berpendapat bahwa rakyat Rusia akan mati kelaparan kalau prinsip–prinsip komunisme dipraktikkan pada saat itu juga. Ketika Lenin memegang pemerintahan, Rusia hendak disusun menjadi seratus persen komunis. Semua hasil produksi, baik industry maupun pertanian, harus diserahkan kepada negara. Nantinya negara yang akan membagi-bagikannya dengan adil. Akan tetapi petani kaya (Kulak) menolak menyerahkan segala hasil buminya kepada negara. Para petani juga tidak mau menanam lebih dariapa yang mereka butuhkan untuk hidup, sebab sebanyak apapun mereka menanam, hasil yang mereka dapatkan sama saja. Akibatnya, pertanian menjadi kacau dan bahaya kelaparan menjadi ancaman besar saat itu.
Karena itu pada tahun 1921, Lenin meresmikan kebijakan Ekonomi Baru atau New Economic Policy (NEP) yang merupakan kebijakan ekonomi yang diambil setelah Perang Sipil yang menghancurkan sendi-sendi ekonomi negeri. Kebijakan ini diambil melihat dari kehancuran ekonomi yang diakibatkan oleh Perang Sipil di Rusia. Lenin menganjurkan NEP sebagai kebijakan sementara untuk memperbolehkan pasar bebas dan investasi asing. Di mana hasil bumi boleh dijual dengan bebas.
Namun, untuk menyaingi sistem pertanian bebas yang dipraktikkan pada kulak, diadakan pula pertanian kolektif (kolkhoz) dan pertanian negara (sovkhoz) untuk menyaingi pertanian bebas daripara kulak. NEP ini terbukti berjalan dengan baik. Para kulak makin terdesak dan semakin banyak petani yang menggabungkan diri ke dalam kolkhoz. Tujuan utama dari kebijakan ini ialah mempertahankan dan meningkatkan produksi pertanian, bengkel, pabrik, dengan tetap menerapkan insentifefisiensi dan laba dari sistem kapitalisme. Pelaksanaan kebijakan Ekonomi Baru ini member kesempatan kepada Rusia untuk menarik napas selama tujuh tahun.
Selain kebijakan dalam persoalan ekonomi, Lenin pun mengeluarkan kebijakan terhadap persoalan politik dengan pembentukan perangkat hokum. Oleh karena itu, pada Sidang Soviet Seluruh Rusia V mengesahkan Konstitusi RSFSR 1918 pada 19 Juli 1918. Konstitusi ini sejalan dengan Gerakan Kaum Proletar, dan menempatkan Deklarasi Hak Kaum Pekerja dan Kaum Tertindas pada bagian awal konstitusi tersebut.
Selain itu juga, ditegaskan pula dalam UUD bahwa bentuk negara adalah Diktator Proletariat dalam bentuk Kekuasaan Soviet Seluruh Rusia yang kuat. Tujuan utama pemerintahan Diktator Proletariat adalah untuk menghancurkan praktek-praktek borjuasi, dan penghentian penindasan manusia oleh manusia, dan perwujudan sosialisme, dimana tidak terdapat lagi perbedaan kelas, dan kekuasaan negara.
Pada bagian selanjutnya, mengatur tentang sistem pemerintahan Soviet dalam Bab tentang Konstruksi Kekuasaan Soviet, dimana Sidang Soviet Seluruh Rusia merupakan dewan tertinggi yang terdiri dari Perwakilan Soviet-soviet Kota (Gorodskie Soviety) dan Soviet Propinsi (Gubernskie Soviety). Sidang dilaksanakan setidaknya dua kali setahun. Di masa sela antara sidang, kekuasaan dipegang oleh Komite Eksekutif Seluruh Rusia (VtsIK) yang terdiri tidak lebih dari 200 orang. Sedangkan semua urusan pemerintahan, akan dilaksanakan oleh pemerintah dalam hal ini SNK (Dewan Komisaris Rakyat). Demikian keputusan-keputusan penting yang termuat dalam konstitusi RSFSR 1918 selain hal-hal yang berkaitan dengan hak pilih aktif, dan pasif warga negara, hak budget, lambang negara, dan lagu kebangsaan.[7]
Terlihat jelas bahwa, Pemerintahan Bolshevik secara sistemik dan konstitusional hendak melakukan perubahan yang revolusioner sebagaimana yang diamanatkan oleh Konstitusi RSFSR 1918 untuk menghilangkan pengaruh dan anasir-anasir lama rezim otokratis yang berbau borjuasi atau dianggap borjuasi dengan hal yang sama sekali baru, dan memiliki simbol, dan muatan ideologi komunis.  
C.   Pengaruh Revolusi Bolsevik Terhadap Perkembangan  Komunisme Internasional
Perkembangan paham komunisme di Uni Soviet tidak  hanya memberikan dampak yang signifikan bagi proses dinamika perpolitikan dan ekonomi di internasl negara Uni Soviet, tetapi hal tersebut pun mempengaruhi beberapa negara besar di dunia dan menjadikan ideologi komunisme sebagai ideoloiy negara mereka.
Salah satu negara yang menerima dampak dari revolusi Bolshevik  adalah China. Imperialisme telah menghisap rakyat Cina selama lebih dari satu abad, awal mulanya melalui kapal-kapal dagang yang memperjual-belikan barang-barang dan kemudian dengan merampas bagian-bagian bangsa Cina. Inggris, kekuatan imperialis terkuat di waktu itu, mengambil kepemimpinan, berperang melawan Cina tahun 1839-1842 setelah Kaisar Qing menolak pasokan besar opium dari Inggris. Cina mengalami kekalahan dan menyerahkan Hongkong sebagai koloni Inggris. Oleh karenya RRC lebih cenderung pada ideologi komunisme.
Berdirinya Partai Komunis Cina (Gong Chan Dang) dilatarbelakangi oleh Revolusi Bolshevik. Karena setelah revolusi ini berhasil, komunisme mulai membentangkan sayapnya keseluruh dunia, salah satunya adalah negara Cina. Keberhasilan Revolusi Bolshevik sangat menarik perhatian para intelektual Cina, sehingga mereka banyak mempelajari buku-buku ajaran komunisme. Hilangnya kepercayaan intelektual Cina terhadap negara-negara Barat, semakin membuat mereka menyukai paham komunisme.[8]
Selian China, Indonesia pun sebagai salah satu negara yang menerima efek  dari Revolusi Bolsevik, dengan terbentuknya Partai Komunis Indonesia dan munculnya tokoh-tokoh Komunis yang berpengaruh seperti Tan Malaka.
Di Eropa sendiri yang dari awal telah mengenal paham sosialis pun dengan mudah menerima kemenangan Kaum Bolshevisme dan dengan dukungan pemogokan buruh di Prancis dan Jerman, serta  Inggris, kekuatan komunisme dunia pun semakin besar, tidak hanya itu, terbentuknya dan semakin eratnya jalinan komunisme internasional, membantu dalam tahap-tahap awal perubahan pemerintahan otoriter Tsar menuju  pemerintahan sosialisme  Lenin.
NB: Tulisan ini adalah untuk memenuhi  tugas kelompok mata kuliah Pol Pem Rusia, oleh: Arifianto Rifki, Sirwan Y Bustami, Firman Eko, Farid Hafiz, ST Khadijah Tinni, Arshena Arhama kamaratih. Jurusan Hubungan Internasional  UMY.

[1] Bridget O'Laughlin (1975) Marxist Approaches in Anthropology. Annual Review of Anthropology Vol. 4: hlm. 341–370.
[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Oktober
[4] http://ssbelajar.blogspot.com/2012/07/revolusi-bolsheviks-di-rusia.html
[5] http://ms.winelib.com/wiki/Revolusi_Bolshevik
[6] http://id.wikipedia.org/wiki/Vladimir_Lenin
[7] A. Fahrurodji. (2005). Rusia Baru Menuju Demokrasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Hal. 133.
[8] http://frenndw.wordpress.com/2010/06/29/komunisme-dan-perkembangannya-di-tiongkok-revolusi-bolshevik-dan-revolusi-1949/ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar