
Dalam jurnal tersebut, Chantal Mouffe selaku penulis menyampaikan beberapa hal tertang perkembangan yang terjadi dalam dunia perpolitikan, di awali dengan pengembangan sarana baru komunikasi dan kehadiran yang luar biasa dari media dalam semua bidang kehidupan merupakan tantangan untuk politik demokratis. Menurutnya tantangan seperti itu hanya dapat dipahami dengan membuang perspektif rasionalis dominan dalam pemikiran politik liberal demokratis. Karena perspektif tersebut menghambat dalam pemahaman sifat perjuangan politik dan sentralitas simbol dalam konstruksi identitas politik. Seperti munculnya gerakan populis sayap kanan sebagai identitas politik baru saat ini dan tidak ada keraguan bahwa media memainkan peran yang penting dalam difusi gerakan tersebut. Dimana menurut Mouffe hal tersebut memperlihatkan media sebagai penyebab utama, dan bentuk dari konsekuensi politik media. Serta keberhasilan gerakan-gerakan tidak akan mungkin tanpa retorika politik yang berhasil memobilisasi berbagai penanda. Dari sudut pandang teoretis, Mouffe mengungkapkan bahwa tidak relevan sama sekali dari pendekatan rasionalis terhadap politik dan pentingnya pendekatan yang disebut `post-modern'. Di mana menurutnya kritik terhadap rasionalisme tidak merupakan ancaman bagi proyek demokrasi modern. Sebaliknya, hanya dengan mempertimbangkan seperti kritik bahwa adalah mungkin untuk mempertahankan dan memperdalam lembaga demokratis. Jika...
